Bangli (Antara Bali) - Warga Dusun Tiga, Desa/Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Jumat dinihari menyelamatkan seorang bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya di dalam sebuah gudang tempat usaha penggergajian kayu.

"Awalnya saya dengar tangisan bayi sekitar pukul 03.00 wita, tapi takut untuk keluar karena di luar masih sangat sepi," kata I Ketut Keteg, pemilik gudang kayu tersebut.

Karena bayi itu terus menangis, Keteg bersama istrinya akhirnya memberanikan diri keluar dan melacak keberadaan bayi yang menangis tersebut.

Ia dan istrinya sangat kaget ketika tangisan sesosok bayi mungil itu semakin jelas terdengar berada di dalam gudang miliknya.

"Bayi itu sepertinya diletakkan begitu saja tanpa alas kain sehelaipun. Karena kasihan saya dan istri memberanikan diri mengangkat bayi ini dan langsung melapor ke Polsek Susut," ujarnya.

Begitu sampai di polsek, kata Keteg, bayi malang itu dibawa petugas kepolisian langsung ke RSU Bangli untuk ditangani secara medis.

Kapolsek Susut AKP I Made Redha mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan di RSU Bangli, diketahui berat bayi itu 2 Kg dan panjang 46 Cm.

"Bayi itu baru selesai dimandikan oleh perawat. Kondisi bayi berkulit sawo matang ini mulai sehat," katanya.

Ia menyebutkan, karena semalaman kedinginan, sang bayi hingga saat ini masih diletakkan dalam sebuah tabung penghangat bayi.

Diperkirakan, bayi itu merupakan hasil dari hubungan gelap. Diperkirakan bayi tersebut lahir dua jam sebelum kemudian dibuang oleh ibunya.

Selain itu, kata Redha, diduga bayi ini lahir prematur dengan usia kehamilan sekitar delapan bulan. "Bayi yang tak dikendaki oleh orang tuanya ini, mengalami luka memar pada bagian kaki kirinya," ujarnya.

Dari hasil identifikasi, katanya, kuat dugaan ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pelaku untuk membuang bayi tersebut. "Kami akan akan melakukan pendataan penduduk setempat untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi itu," ujarnya seusai melakukan olah TKP. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026