Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditafsir mencapai ratusan juta rupiah, ungkap petugas kepolisian yang turun ke lokasi musibah.
Menurut informasi yang didapat di lapangan, kejadian tersebut muncul sekitar pukul 04.30 Wita. Tono, pemilik gudang itu menduga percikan api berasal dari salah satu unit bangunan yang berfungsi sebagai warung, yang letaknya di sebelah gudang tersebut.
"Saat kejadian saya berada di gudang, tiba-tiba saja saya lihat api sudah membakar isi gudang saya," katanya sembari mengatakan, padahal dirinya sudah siap untuk mengirim sembilan ton barang rongsokan ke Surabaya, Jawa Timur.
Menurut saksi, karena isi gudang tersebut adalah barang rongsokan, api dengan cepat menjalar dan menimbulkan kobaran dengan asap membubung tinggi ke udara.
Berdasarkan penuturan salah seorang warga, kobaran api tersebut sempat menyambar tiang dan kabel aliran listrik hingga menyebabkan lampu padam. "Saat kejadian listrik sempat padam, karena kabelnya disambar oleh kobaran api," kata Tono menjelaskan.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran (PMK) Kabupaten Badung diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas mengaku kesusahan memadamkan api karena isi gudang tersebut adalah barang-barang yang mudah terbakar, namun setelah sekitar lima jam mereka bekutat, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan.
Kapolsek Kuta AKP I Gde Ganefo yang dikonfirmasi belum berani memastikan penyebab timbulkan percikan api yang kemudian menjadi besar tersebut.
"Kami belum dapat pastikan. Namun dugaan awal, kebakaran disebabkan oleh sebuah kompor di warung dekat gudang yang tiba-tiba meledak," katanya.
Terlepas dari itu, lanjut dia, untuk kepastiannya, pihaknya masih harus menunggu hasil pemeriksaan tim labfor kepolisian.
"Kami belum dapat memastikan apa penyebabnya, namun berdasarkan tanda-tanda yang didapat di lapangan sepertinya akibat kompor yang meledak," ujarnya menjelaskan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.