Kuta (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mendorong aparat desa mampu menyaring berbagai program pembangunan supaya benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan potensi yang dimiliki.

"Jangan asal menerima program yang mungkin tidak sesuai sehinga menjadi sia-sia," kata Sudikerta saat membuka Seminar Bhakti Desa 2015, di Kuta, Kabupaten Badung, Rabu.

Menurut dia, saat ini banyak program pembangunan yang tidak terintegrasi dan cenderung tumpang tindih serta mubazir sebagai akibat kurangnya filter tersebut.

"Dengan kondisi seperti ini tentunya tidak signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat," ujarnya pada acara yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM ) Universitas Udayana itu.

Oleh karena itu, ucap Sudikerta, desa harus selalu berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya dan desa juga dituntut harus mampu sebagai filter dalam pelaksanaan pembangunan.

Di sisi lain, tambah dia, implikasi dari desa sebagai fokus pembangunan adalah anggaran pembangunan desa menjadi sangat besar, sehingga menuntut kemampuan aparat desa dalam menyelenggarakan tata kelola keuangan desa.

"Melalui seminar ini, kami harapkan agat mampu memberikan pandangan yang komprehensif tentang desa dan pengelolaannya demi kemajuan desa," katanya.

Sementara itu, Ketua LPPM Universitas Udayana I Nyoman Gde Antara dalam laporannya menyatakan bahwa seminar Bhakti Desa tahun 2015 ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 53 Universitas Udayana.

Seminar yang dihadiri oleh kepala desa seluruh Bali, Kepala BPMPD dan Bappeda se-Bali serta Majelis Desa Pakraman tersebut diharapkan mampu untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan manajemen penggunaan dana desa, mekanisme penyusunan RPJM Desa, pemahaman RKP Desa serta menumbuhkan potensi pemberdayaan sumber daya desa. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026