"Pasar Seni Kumbasari Denpasar dalam libur Idul Fitri kali ini terlihat sepi tidak seramai dulu. Para pedagang di sekitar pasar yang khusus menjual pernak-pernik atau oleh-oleh khas Bali," kata Ni Nyoman Kerti, seorang penjual pernak-pernik di pasar tersebut, Kamis.
Ia mengaku, dalam liburan Lebaran kali ini pengunjung tokonya agak sepi, walaupun ada jumlahnya bisa dihitung dengan jari.
"Sepi untuk untuk libur lebaran kali ini, tidak ada pengunjung yang mampir atau pun membeli barang jualan," ujar Ni Nyoman Kerti.
"Mungkin sepinya pengunjung imbas dari menjamurnya toko pusat oleh-oleh di kawasan strategis salah satunya Kuta," katanya.
Ia mengaku, pemerintah Kota Denpasar diharapkan bisa menekan pertumbuhan pasar modern sehingga aktivitas jual beli di pasar kumbasari bisa berjalan normal.
Sementara itu, Meli juga seorang penjual cinderamata lainnya mengeluhkan sepinya kunjungan pembeli di pasar Kumbasari.
Meli mengaku, pasar kumbasari adalah, pasar seni terbesar untuk kota Denpasar, dengan menyediakan berbagai kebutuhan seni khas Bali seperti, aneka jenis cindramata, perak, batik dan aksesoris khas Pulau Dewata lainnya.
"Jelas dengan adanya toko modern di beberapa wilayah strategis, penjualan kami merosot, jika dilihat dari harga saya tidak menjual terlalu mahal," ungkapnya.
"Saya hanya bisa berharap agar pemerintah Kota Denpasar bisa membantu kami untuk mencarikan solusi agar pertumbuhan perekonomian di pasar Kumbasari berjalan seperti mana biasanya, dengan membantu mempromosikan kembali pusat oleh-oleh khas Bali khusus di pasar kumbasari," harap Meli. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.