"Jumlahnya naik sebanyak 743 pemudik atau sekitar 1,05 persen dari periode yang sama tahun lalu sekitar 15.661 pemudik," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Ubung Anak Agung Eka Putra, Kamis.
Kenaikan itu, kata dia, disebabkan banyak pemudik yang beralih ke angkutan darat akibat penutupan sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu.
Menurut dia, banyak pemudik menghawatirkan keselamatan penerbangan udara setelah status Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur, berstatusn siaga.
Eka Putra menjelaskan bahwa puncak lonjakan jumlah penumpang terjadi pada H-6 Lebaran (11 Juli 2015) mencapai 3.051 pemudik dengan angkutan bus mencapai 85 armada.
"Penumpang paling banyak terjadi pada H-6 Lebaran karena bertepatan dengan penutupan sementara Bandara satu-satunya di Bali yang itu akibat abu vulkanis Gunung Raung yang mengganggu penerbangan," katanya.
Penumpang terendah, lanjut dia, terjadi pada H-2 Lebaran (15 Juli 2015), yakni sekitar 2.282 pemudik. Mereka diangkut 82 armada bus AKAP.
"Menjelang Lebaran, yakni H-2 dan H-1, cenderung terjadi penurunan antara 3--10 persen. Hal yang sama juga terjadi pada periode yang sama tahun lalu," katanya.
Keberangkatan penumpang tahun ini, kata Eka Putra, didominasi bus tujuan Jawa Timur, seperti Jember, Banyuwangi, dan Malang. "Tetap didominasi bus tujuan Jawa seperti tahun-tahun sebelumnya," kata dia.
Pihaknya tetap mengingatkan kepada pemudik agar tetap waspada dan berhati-hati serta tidak mengenakan perhiasaan berlebihan sehingga tidak memancing tindakan kriminal.
Selama masa mudik, kata dia, Terminal Ubung membuka posko Lebaran yang menyediakan informasi serta layanan kesehatan bagi calon pemudik. (KUN)
Pewarta: Pewarta: Bagus AndiUploader : I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.