"Kain mastuli hasil sentuhan perajin setempat menjadi kebanggaan masyarakat Bali utara," kata Made Suastika, salah seorang pengrajin kain Mastuli ditemui di areal PKB, Jumat.
Ia mengatakan, kain mastuli merupakan jenis kain yang dibuat melalui proses "tulis", dalam proses pembuatannya para pengrajin menggunakan semacam "canting" atau sejenis alat tulis yang lazim digunakan para pengrajin batik.
Kain mastuli memiliki beberapa ciri-ciri khusus, yakni warna lebih terang dan merona penuh warna, kain lebih halus dan lembut, dan kualitas kain lebih awet.
"Kain mastuli merupakan kain yang paling halus, karena bahan bakunya adalah kain jenis sutera yang sudah terkenal dengan kainnya yang lembut dan berkualitas," ujar Made Suastika.
Ia menambahkan, selain beberapa jenis kain tulis, terdapat beberapa jenis kain cetak yang dibuat dengan cetakan, namun, kualitas jenis kain ini lebih rendah akibat bahan baku yang digunakan bukan dari jenis sutera.
"Kain mastuli juga dibuat dari beberapa bahan diluar kain sutera, seperti kain modern, kain campuran dan lain-lain," kata Made Suastika.
Made Suastika mengatakan, masyarakat umumnya menyenangi kain mastuli karena memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan jenis kain khas Bali lainnya.
"Masyarakat lebih senang membeli kain mastuli karena sangat lembut, jika dibandingkan dengan jenis endek atau songket kadang lebih keras dan kaku jika digunakan," katanya.
Sementara itu, disinggung masalah harga, Made Suastika mengatakan, kain mastuli dihargai antara Rp450 ribu sampai Rp7 juta per lembar tergantung jenis kain dan corak dari kain tersebut.
"Jenis kain mastuli termahal menembus harga Rp7 juta, kain mastuli seharga itu memiliki corak tulis yang sangat menarik dan mengandung unsur seni tinggi," kata dia. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.