Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan, rintisan pengembangkan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) mulai mendapat perhatian dari pemerintah pusat untuk bersama-sama memacu sektor pertanian terpadu.

"Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan menyambut positif kehadiran Simantri karena mampu mempercepat sasaran bidang pertanian dan kehutanan," kata Gubernur Mangku Pastika di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, Kementerian Pertanian maupun Kementerian Kehutanan memberikan pelatihan kepada petani yang terhimpun dalam wadah Simantri, yakni gabungan kelompok tani.

Perhatian yang sama sangat diharapkan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se Bali, karena rintisan tersebut murni baru dibiayai dari APBD Bali.

"Ke depan pengembangan Simantri diharapkan mendapat dukungan dana secara patungan dari Pemkab/Pemkot, Pemprov Bali maupun pemerintah pusat," ujar Gubernur Pastika.

Dukungan dana di luar APBD Bali juga bisa diarahkan untuk membangun Simantri, disamping tumbuhnya Simantri-Simantri swadaya.

Melalui pengembangan Simantri mampu melakukan revitalisasi sektor pertanian dengan mensinergikan pengembangan sektor pariwisata, dengan harapan satu sama lainnya saling mendukung, yang pada gilirannya memberikan dampak positif terhadap kehidupan petani.

Kebutuhan hotel dalam memenuhi konsumsi wisatawan selama menikmati liburan di daerah ini diharapkan bisa dipenuhi dari hasil produksi petani setempat, karena proses produksi menggunakan pupuk organik.

Oleh sebab itu petani dalam proses produksi diarahkan untuk mampu meningkatkan mutu sesuai kebutuhan hotel maupun restoran.

Pemprov Bali dalam mengintensifkan pembangunan sektor pertanian memberikan subsidi pupuk, bantuan berbagai jenis bibit unggul, dengan harapan mampu meningkatkan mutu hasil pertanian.

Selain itu mengembangkan teknologi berbasis sumber daya lokal dan menerapkan penggunaan pupuk organik serta menghindari penggunaan festisida dalam proses produksi pertanian, ujar Gubernur Pastika.

Bali mempunyai sasaran untuk mengembangkan 350 unit Simantri yang akan dibangun secara bertahap hingga tiga tahun mendatang.

Hingga sekarang baru tercatat 50 unit. Sejumlah Biro Perjalanan Wisata (BPW) mulai mengkemas pola Simantri ke dalam paket wisata untuk dijual kepada wisatawan mancanegara yang berliburan ke Pulau Dewata.

"Kami mendapat inspirasi baru dalam membuat paket wisata alternatif berbasis pertanian," tutur Putu Ardana dari Asita Bali.

Pengembangan wisata agro berbasis Simantri berpijak pada konsep pembangunan peduli lingkungan menuju Bali bersih dan hijau serta Bali maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara).

Oleh sebab itu pengembangan pertanian dalam arti luas menekankan penggunaan pupuk organik dan menghindari zat kimia dalam memberantas hama penyakit menjadi hal yang sangat penting, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.

"Kami sangat antusias membuat paket wisata, mengingat wisatawan cukup tertarik melihat biji kopi secara langsung dan proses pengolahannya," ujar Putu Ardana.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026