Semarapura (Antara Bali) - Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Klungkung meminta pembangunan Dermaga Gunaksa dikaji ulang karena yang digunakan saat ini adalah kajian tahun 2006.

"Pembangunan dermaga itu memakai kajian tahun 2006, maka saat ini pembangunan itu perlu dikaji ulang," kata Ketua Fraksi Golkar Kabupaten Klungkung I Luh Komang Ari Ayu Ningrum di Semarapura, Rabu.

Kajian ulang itu diperlukan, kata Ayu Ningrum, agar pembangunan dermaga itu bisa lebih optimal untuk kepentingan masyarakat. Ia berpendapat perlu dilakukan survey ulang terhadap lokasi kelayanan darmaga tersebut.

Selain kajian ulang, katanya, pihaknya juga menyarankan studi kelayakan harus dilakukan dengan obyektif tanpa adanya muatan kepentingan bisnis pribadi tertentu.

Bukan hanya itu, pimpinan Fraksi Golkar itu juga menyayangkan lambannya pengerjaan dermaga itu. Menurut dia, dermaga yang ditarget selesai 2012, namun kanyataanya hingga sekarang ini baru kelar 30 persen.

Menurut dia, dari 30 persen pembangunan yang rampung itu sudah menghabiskan dana hampir Rp60 Miliar. Kalau tidak direncanakan dengan baik, maka dana itu dikhawatirkan akan habis percuma.

Ia mengakui kalau pembangunan dermaga itu tidak hanya memiliki nilai strategis politik, namun juga memiliki nilai positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Klungkung.

Sementara pelukis dan pemilik muesuem Nyoman Gunarsa sebelumnya juga menilai kalau kajian yang dilakukan untuk pembangunan dermaga itu tidak obyektif dan diduga ada pesanan oknum tertentu untuk menggolkan lokasi tersebut.

Untuk itu, seniman lukis terkenal itu mengusulkan agar dilakukan kajian yang lebih mendalam oleh lambaga independen terkait pembangunan itu. (*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026