Jakarta (Antara Bali) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat sebesar 17,56 poin atau 0,32 persen menjadi 5.452,83.

Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 4,43 poin (0,47 persen) menjadi 949,95.
"Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan Februari 2015, membaiknya data ekonomi Indonesia berimflikasi positif pada pasar saham," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Selasa.

Tercatat, dalam pernyataan resmi di laman BI, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 kembali mencatat surplus sebesar 0,74 miliar dolar AS, setara Rp9,62 triliun (kurs Rp13.000), relatif stabil dibanding surplus Januari 2015 sebesar 0,75 miliar dolar AS atau Rp9,75 triliun.

Selain itu, lanjut dia, sentimen positif juga datang dari pemerintah Indonesia yang mengeluarkan empat kebijakan ekonomi yakni; insentif pajak bagi pengusaha yang berorientasi ekspor dan melakukan reinvestasi, meningkatkan penggunaan biofuel, penerapan bea masuk anti dumping dan pengamanan sementara, dan memberikan bebas visa kunjungan singkat untuk wisatawan kepada 30 negara.

Dari eksternal, lanjut dia, the Fed kemungkinan akan mengambil sikap hati-hati untuk meningkatkan suku bunganya (Fed fund rate) seiring dengan data pertumbuhan produksi industri AS yang hanya sebesar 0,1 persen pada Februari ini.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 46,72 poin (0,20 persen) ke 23.996,27, indeks Bursa Nikkei naik 159,20 poin (0,83 persen) ke 19.405,26, dan Straits Times menguat 9,49 poin (0,29 persen) ke posisi 3.385,67.(WDY)

Pewarta: Oleh Zubi Mahrofi
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026