Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan pergerakan rupiah kembali memperlihatkan pembalikan arah, menguat terhadap dolar AS, mendapat imbas positif dari kenaikan laju mata uang euro setelah tercapainya kesepakatan utang Yunani-Uni Eropa.
"Dengan tercapainya kesepakatan Yunani-Uni Eropa cukup mampu meredam kekhawatiran pasar keuangan global. Diharapkan rupiah kembali masuk dalam tren penguatan," katanya.
Kendati demikian, menurut dia, penguatan mata uang rupiah masih terbatas menyusul beragamnya penilaian pasar terhadap kebijakan the Federal Reserve terkait suku bunga (Fed rate).
Sebagian kalangan analis memprediksi sinyal kenaikan suku bunga dapat terjadi paling cepat di pertengahan 2015 namun sebagian memperkirakan kenaikan suku bunga the Federal Reserve bisa lebih lama dari perkiraan menyusul belum cukup baiknya pertumbuhan pasar tenaga kerja.
"Investor masih wait and see dan tidak berspekulasi terlalu jauh terhadap pidato Ketua The Fed Jannet Yellen pada pekan ini di depan Senat Komite Perbankan dan Komite Jasa Keuangan," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh Zubi Mahrofi: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.