Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mempromosikan kain endek kepada warga masyarakat dan wisatawan dalam upaya meningkatkan produksi kain khas Bali itu.
"Bapak Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghimbau kepada pegawai di lingkungan pemrov dan warga masyarakat untuk menggunakan pakaian endek pada acara atau kegiatan tertentu," kata Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Senin.
Menurut Teneng, imbauan dari gubernur tersebut dalam upaya menggairahkan para perajin tenun endek yang tersebar di delapan kabupaten dan kota di Bali.
Dikatakan, kain produk khas Bali itu perlu dimasyarakatkan, sehingga dengan langka seperti tersebut warga akan mencintai produk lokal.
"Kita sebenarnya punya kain khas Bali, salah satunya kain endek ini. Bahkan perancang busana terkenal antara lain Ika Mardiana dan Putu Alika telah merancang pakaian dengan dasar kain endek," ucapnya.
Ia mengatakan, keberadaan kain endek akan bisa setara dengan kain batik, bila warga masyarakat Bali ikut mempromosikan.
"Seiring perkembangan zaman, kain endek sekarang sudah bisa dicuci layaknya kain biasa karena bahannya sudah sama dengan kain lainnya, seperti berbahan katun maupun sutra," ucapnya.
Hal tersebut, kata dia, berbeda kain endek yang diproduksi pada zaman dulu, tidak bisa dicuci karena pewarnanya mudah luntur.
"Sekarang kualitas kain endek sudah bagus. Dari segi motifnya juga beragam dan banyak pilihan sesuai dengan selera dan kebutuhan," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Teneng, keberadaan produk para perajin kain endek patut dilestarikan dan dikembangkan, sehingga menjadi khasanah budaya bangsa.
"Kami optimistis bila semua masyarakat mau menggunakan kain endek, ke depannya produksi khas Bali ini akan dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara," katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.