Denpasar (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar berbagi praktik melestarikan kain tradisional atau wastra khususnya Tenun Ikat Endek kepada Dekranasda Aceh Utara saat kunjungan kerja di sentra perajin Tenun Ikat Bali Nusa, Denpasar, Rabu.

“Upaya ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan sekaligus kapasitas perajin sebagai bagian dari penguatan jati diri bangsa,” kata Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa.

Waka Dekranasda mengapresiasi kunjungan tersebut dan memaknainya sebagai momentum berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antar daerah dalam menjaga warisan budaya.

Ia menegaskan Dekranasda Denpasar di bawah kepemimpinan Ketua Sagung Antari Jaya Negara terus berkomitmen menjalankan program yang berfokus pada penggalian, pelestarian, dan pengembangan kerajinan berbasis kearifan lokal.

Sementara itu Ketua Dekranasda Aceh Utara Musliana Ismail mengatakan Denpasar dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai berhasil dalam menjaga eksistensi tenun ikat endek serta mengembangkan nilai ekonominya.

“Kami ingin belajar langsung mengenai program kerja Dekranasda Denpasar, khususnya dalam pelestarian tenun endek. Terima kasih atas kesempatan berbagi ilmu bersama para perajin,” katanya.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman bersama pemilik Tenun Ikat Bali Nusa, Primasari Pande. 

Primasari menjelaskan usaha tenun yang dikelolanya telah berjalan sejak 1982 dengan memanfaatkan bahan katun dan sutra.

Proses produksi dilakukan secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) mulai dari pengolahan benang hingga menjadi kain tenun siap pakai.

Primasari juga menekankan pentingnya perawatan khusus pada kain tenun ikat endek agar kualitas dan keindahannya tetap terjaga dalam jangka panjang.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026