Denpasar (Antara Bali) - Situasi Terminal Ubung Denpasar, Bali, saat hari kedua perayaan Idul Fitri 1431 Hijriah tampak lengang, kata Kepala Unit Pelayanan Teknis Penumpang Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Nyoman Sutika.
"Situasi terminal antarprovinsi saat ini masih sepi, baik penumpang yang tiba maupun berangkat," katanya di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, armada bus yang tiba pada Sabtu (11/9) sebanyak 49 unit dengan mengangkut 940 penumpang, sedangkan yang berangkat sebanyak 38 unit berpenumpang 448 orang.
"Penumpang yang tiba di Denpasar berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa, antara lain Jember, Malang, Trenggalek dan DKI Jakarta," ujarnya.
Dikatakan, armada pemudik yang tiba dari Jawa, di antaranya satu unit dengan penumpang 15 orang dari Banyuwangi, Jember satu unit berpenumpang 15 orang, Malang tiga unit berpenumpang 35 orang dan dari Kota Surabaya sembilan armada dengan penumpang 89 orang.
"Dibanding dengan tahun lalu, di hari yang sama jumlah penumpang yang tiba sebanyak 49 unit dengan mengangkut penumpang sebanyak 1.297 orang, sedangkan yang berangkat sebanyak 58 unit dengan berpenumpang 859 orang," kata Sutika.
Berdasarkan pengalaman tahun 2009, kata dia, lonjakan pemudik datang ke Pulau Dewata lewat terminal Ubung mulai tiga sampai lima hari setelah Lebaran atau H+3 hingga H+5.
"Umat Muslim yang mudik ke kampung halaman memanfaatkan liburannya untuk melakukan silahturahmi dengan keluarganya," ucap dia.
Supriyanto seorang penumpang yang tiba di Ubung mengatakan, dirinya setelah lebaran Jumat kemarin (10/9) balik ke Denpasar agar dapat juga istirahat, karena mulai Senin depan sudah kerja lagi.
"Saya sejak lima hari menjelang Idul Fitri sudah pulang kampung, makanya saya mendahului balik ke Bali. Takutnya kalau berangkat Minggu besok agak sulit cari kendaraan," katanya.
Menurut karyawan sebuah hotel di Kuta ini, lebih baik mendahului berangkat ke Bali agar tidak berdesak-desakan.
"Tidak apa-apa saya mendahului tiba di Bali dibanding dengan saudara yang lain. Apalagi saya pulang ke Jember dalam setahun bisa tiga sampai empat kali. Ya tempatnya kan dekat." kata dia, sembari mencari angkutan menuju Kuta.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.