"Kami mencatat sebanyak 54 pasien telantar selama tahun 2014 yang telah dirawat di rumah sakit ini," kata Kepala Sub Bagian Humas RSUP Sanglah, dr Kadek Nariyantha di Denpasar, Selasa.
Dari jumlah tersebut, kata dia, ada juga pasien yang sudah sembuh total dan sebagian meninggal dunia. Namun, tidak dijemput oleh keluarganya atau telantar.
"Kami mencatat ada delapan pasien telantar yang meninggal setelah menjalani perawatan," katanya.
Pihaknya mengakui pasien yang meninggal dunia itu sudah diberikan penanganan secara maksimal. Namun, kondisi pasien tersebut melemah nyawanya tidak dapat tertolong.
"Sampai saat ini jenazahnya masih dititipkan di IKJ RSUP Sanglah," katanya.
Selain itu, ada satu pasien yang sudah sembuh dan tidak dijemput keluarga sehingga pihaknya memutuskan untuk berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali, setelah melakukan upaya untuk menghubungi keluarga.
"Dari jumlah tersebut memang ada satu pasien yang sudah diambil Dinsos karena hingga sembuh keluarga tidak menjemput," ujarnya.
Kemudian, pada Januari 2015, pihaknya juga menerima satu pasien bayi yang tidak diambil oleh keluarga karena ibu bayi itu sudah meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan dan saat ini masih menunggu Dinsos untuk kepulangannya.
"Saat ini masih ada satu bayi sudah dinyatakan sembuh. Namun, masih menunggu proses kepulangan dari Dinsos," katanya.
Terkait penyakit yang diderita pasien yang telantar itu, lanjut dia, kebanyakan terserang penyakit infeksi dan kecelakaan lalu lintas.
Ia menuturkan bahwa meskipun tidak ada keluarga yang menjenguk, pihaknya tetap memberikan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Kami tetap mengutamakan pelayanan, meskipun tidak ada keluarga yang menjenguk," ujar Nariyantha.(MFD)
Pewarta: Oleh I Made Surya: Mayolus Fajar Dwiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.