"Sensus pertanahan juga membantu masyarakat dalam mengurangi atau menyelesaikan sengketa, konflik dan perkara," kata Bupati Badung itu di Mangupura, Jumat.
Gde Agung menambahkan pensensusan tersebut bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan tanah dan pertumbuhan nilai dari aset masyarakat berupa tanah.
"Untuk itu Saya instruksikan segenap jajaran Pemkab Badung mulai Sekda, Pimpinan SKPD, Camat, Lurah/ Perbekel dan staf agar mendukung pelaksanaan sensus ini, sebab manfaatnya sangat besar untuk pelaksanaan tugas," katanya.
Pihaknya tengah berupaya mewujudkan pelayanan publik di bidang pertanahan dengan sistem KKP (Komputerisasi Kantor Pertanahan) dan LARASITA (Layanan Rakyat Untuk Sertifikasi Tanah).
"Agar bisa berjalan baik dan efisien, maka harus dibangun data pertanahan yang lengkap dan valid," kata dia dalam sosialisasi sensus pertanahan di kantor bupati.
Peningkatan pelayanan, ujar dia, dapat menciptakan tertib administrasi pertanahan, pemantauan bidang tanah sengketa dan tanah telantar.
Selain itu data pertanahan yang valid bertujuan pula mengetahui lokasi transaksi pertanahan seperti jual beli, hibah, hak tanggungan, perubahan status hak dan kepemilikan.
Hadir dalam sosialisasi, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Kakanwil BPN Provinsi Bali I Gst Kompyang Arimbawa, Kepala Kantor Pertanahan Badung Andre Novijandri, Pimpinan SKPD, Camat, Lurah dan Perbekel Se-Badung.
Menurut bupati, sensus menjadikan Kantor Pertanahan memiliki data akurat secara digital, sehingga dapat berperan serta dalam rangka melindungi hak atas tanah masyarakat, mencegah kesalahan dalam penerbitan sertifikat baru, sehingga masyarakat tidak dirugikan atau kehilangan hak.
Sementara itu Kepala kanwil BPN Provinsi Bali I Gusti Kompyang Arimbawa mengatakan Kantor Pertanahan Kabupaten Badung, masuk 4 besar kategori kantor pertanahan terbaik di Indonesia, yakni Kota Bandung, Kabupaten Badung, Magelang dan Cilegon.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.