"Program Simantri telah memberi kontribusi terhadap masyarakat, khususnya yang ada di pedesaan, karena itu saya mendukung program ini lebih diintensifkan ke depannya," katanya di Denpasar, Selasa.
Menurut dia, program Simantri tersebut saat ini kemajuannya cukup pesat dan berpihak kepada masyarakat pedesaan, sehingga dengan pemberdayaan masyarakat diharapkan juga dapat mengurangi angka pengangguran dan dapat mengentaskan kemiskinan.
"Memang ada beberapa kelompok yang tidak bisa melanjutkan karena beberapa faktor yang menjadi alasannya. Oleh karena itu saya berharap pemerintah memberi terobosan atau inovasi dalam program yang lain, sehingga masyarakat setempat bisa diberdayakan," kata anggota Komisi III DPRD Bali itu.
Suyasa menyarankan kepada pemerintah daerah agar kelompok yang gagal mengembangkan Simantri tersebut untuk dilakukan evaluasi lebih intensif, sebelum memberikan program-program pertanian yang lainnya.
"Pemerintah daerah harus melakukan evaluasi bagi kelompok yang gagal menjalankan program Simantri tersebut. Tujuannya ketika diberikan program tidak lagi mengalami hambatan," kata politikus Partai Gerindra ini.
Sebelumnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan bagi kelompok Simantri yang tidak mampu melanjutkan kegiatannya telah dilakukan upaya-upaya perbaikan, antara lain melalui pengembangan bangunan konsentrasi air dan pembinaan sistem cadangan pakan ternak.
"Untuk mengatasi permasalahan terhadap kelompok tersebut, saya pasti terlebih dahulu melakukan evaluasi dan upaya-upaya perbaikan melalui pengembangan pembangunan konsentrasi air dan pembinaan sistem cadangan pakan ternak," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh I Komang Suparta: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.