Denpasar (Antara Bali) - Meski perkembangan usaha kecil dan menengah di ibu kota Provinsi Bali belakangan ini terus meningkat seiring membaiknya perekonomian nasional, namun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar menjajagi perluasan pasar ke Batam.

"Kami telah menjajagi perluasan akses pasar ke Batam bersama kelompok UKM dan para perajin aneka produk yang potensial dipasarkan ke daerah lain," kata Kadisperindag Kota Denpasar Drs Wayan Gatra, Senin.

Kegiatan misi dagang itu, katanya, dilakukan dengan mengadakan pertemuan dan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kadin dan sejumlah pengusaha di Batam pada 18-21 Agustus lalu di Pusat Informasi dan Pelayanan Haji Kota Batam.

Menurut Wayan Gatra yang memimpin misi gagang tersebut, selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk memperluas akses pasar seperti melalui pameran dagang, pemasaran lewat internet atau e-commerce dan cara-cara konvensional lainnya.

"Kami melakukan berbagai cara guna menggairahkan produksi dalam negeri dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jika misi ini berhasil, maka k depan perlu dibuat pola serupa," katanya.

Disebutkan bahwa di era perdagangan bebas ini pemasaran suatu produk tidak lagi mengenal batas suatu negara. Produk luar negeri semakin hari bertambah banyak memasuki pasar dalam negeri.

"Kondisi seperti itu, perlu kita antisipasi dengan lebih gencar mengadakan promosi dan pemasaran, selain memperhatikan kualitas produk yang diminati pasar," ujarnya.

Dipilihnya Batam sebagai pusat kegiatan misi dagang, karena daerah tersebut merupakan tujuan wisata serta kota industri yang banyak dikunjungi wisatawan asing, terutama wisatawan serta pekerja dari Malaysia dan Singapura.

Dengan misi dagang yang mempertemukan antara pengusaha Denpasar dan pengusaha Batam, diharapkan dapat lebih mempercepat distribusi produk untuk sampai ke tangan konsumen.

"Kami berharap produksi kerajinan kita yang sudah banyak dikenal wisatawan, bisa dipasarkan langsung di Batam," kata Gatra yang didampingi Kabid Kerjasama dan Perlindungan Disperindag Denpasar Dra Luh Gede Ratnaningrat.

Ratnaningrat menambahkan, produsen di Denpasar sudah mampu memasarkan berbagai produknya yang dibutuhkan pasar dalam negeri maupun ekspor, namun masih terlihat berbagai kendala dalam pemasaran produk dalam negeri terutama untuk bersaing dengan produk impor.

"Pada sisi lain beberapa masalah spesifik yang muncul dalam kegiatan usaha dagang kecil dan menengah antara lain kelangkaan bahan baku, tidak memiliki akses pasar, kurangnya informasi harga dan peluang pasar di daerah," katanya.

Produk-produk unggulan Denpasar yang dipromosikan lewat misi dagang seperti garmen, kain endek bordir, perak, keramik, produk spa, kipas kayu, pernak-pernik serta produk kerajinan dari bahan baku batu alam.

Kadisperindag Kota Batam Ahmad Hijazi, SE, MSi dan Ketua Kadin Batam Ida Farida, katanya, tertarik untuk membantu pemasaran setelah menyaksikan aneka produk kerajinan dari Pulau Dewata itu.

Ketua Kadin Ida Farida pada kesempatan itu juga mengajak beberapa pengusaha dan pengelola mal di Batam seperti Nagoya Hill, Mega mall, DC mall, PT Sarinah, Harbour mall dan BCS mall. "Kami siap membantu memasarkan hasil produksi perajin Bali," katanya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026