Hari Nasional yang disebut dengan "Double Tenth Day" itu menjadi momentum tersendiri bagi para WNI yang beragama Islam, apalagi bertepatan dengan hari Jumat.
Sampai-sampai Masjid Agung Taipei tak mampu menampung jamaah Shalat Jumat yang meluber hingga luar bangunan utama masjid yang berlokasi di Jalan Xinsheng South Sec 2 itu.
Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Taiwan sejak Kamis (9/10) sore hingga Jumat siang tidak menyurutkan antusiasme umat Islam, terutama WNI, untuk mendatangi masjid yang berlokasi di seberang Taman Hutan Kota Daan, Taipei, itu.
Bahkan warung dan toko khusus menjual makanan khas Nusantara di samping Masjid Agung Taipei juga menjadi sasaran para WNI yang tinggal di berbagai wilayah di seantero Taiwan.
"Kebetulan `National Day` tahun ini bertepatan dengan hari Jumat. Sekalian saja ke masjid," kata Yono, karyawan pabrik plastik di Touyuan, New Taipei City, ditemui seusai Shalat Jumat.
Pria asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu melewatkan waktu istirahatnya setelah masuk kerja pada malam hari agar bisa menunaikan Shalat Jumat di Masjid Agung Taipei yang memerlukan jarak tempuh sekitar dua jam dengan menggunakan bus dan kereta api dari Touyuan tersebut.
"National Day tahun lalu tidak seperti sekarang. Makanya tidak heran, jika hari ini masjid penuh. Hari Raya (Lebaran) saja tidak sepenuh ini," ujar Yono yang sudah 2,5 tahun bekerja di Taiwan itu.
Demikian pula dengan Krismawanto, karyawan pabrik komponen telepon seluler asal Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dia bersama beberapa rekan pekerja asal Indonesia lainnya rela jauh-jauh datang dari Yunlin menuju Taipei.
Di Masjid Agung Taipei, mereka berbaur dengan umat Islam lainnya dari berbagai negara, termasuk warga negara Taiwan yang beragama Islam.
"Daripada menganggur di mes, lebih baik ke Taipei bisa Shalat Jumat," tutur pria yang baru sau tahun bekerja pada perusahaan pemasok komponen utama telepon seluler sejumlah merek ternama itu.
"National Day" merupakan peringatan awal Wuchang Uprising yang menyebabkan runtuhnya Dinasti Qing di Tiongkok pada 10 Oktober 1911. (WDY)
Pewarta: Oleh M. Irfan Ilmie: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026