Denpasar (Antara Bali) - Panggung raksasa dalam ruangan Bali Theatre yang baru dan megah di Bali Safari & Marine Park, Gianyar, tidak hanya dengan mudah mengakomodasi sepuluh gajah untuk muncul bersamaan, tetapi juga masih menyisakan banyak ruang.

Kumpulan hewan lainnya akan bisa tampil bersamaan dengan hadirnya gelar kreativitas seni oleh 150 aktor, penari, dalang dan musisi,.

Dengan dimensi panggung 80 meter x 40 meter ditambah ruang yang setara di belakangnya, memungkinkan untuk menampilkan harimau, onta, hewan ternak lainnya serta berbagai macam burung sebagai bagian dramatisasi kisah cinta legendaris tiga tokoh bersejarah yang amat dihormati di Bali.

Mereka adalah Raja Sri Jaya Pangus, Putri Kang Cing Wie, sang istri dari daratan Cina dan Dewi Kesuburan, Dewi Danu.

Dijadwalkan dibuka untuk publik pada 28 Agustus, acara ini sudah memasuki masa akhir latihan di bawah arahan tim produksi ternama dunia termasuk pelatih binatang asal Singapura, Richard Sam Pillai.

Richard adalah pucuk pimpinan dari tim pembina satwa Bali Safari & Marine Park (BSMP) yang bertugas mengatur dan membujuk beragam satwa untuk melakukan apa yang dibutuhkan saat pentas.

Ia memiliki pengalaman lebih 27 tahun "memimpin" beragam satwa dalam berbagai proyek terkemuka di seluruh dunia termasuk Thailand, Vietnam, Oman, Malaysia serta di Indonesia.

Selama ini, Richard juga menulis dan memproduksi acara Wild - Wild West Cowboy di Taman Safari Indonesia, Bogor.

Memang tidak lazim menampilkan begitu banyak binatang di atas panggung pada saat yang relatif bersamaan. Tetapi menurut Richard, semua satwa bisa beradaptasi dengan baik pada lingkup kerja baru itu.

"Metode pelatihan saya dasarkan pada kepercayaan, hormat, pengertian dan kebutuhan untuk menjadi satu dengan para satwa tersebut," jelasnya.

Tak satupun binatang dibiarkan gelisah dan tertekan. "Oleh karenanya seorang pelatih harus mampu membaca bahasa tubuh dari sang satwa dan menafsirkan maknanya," kata Richard.

Terlepas dari gajah dan onta, pengunjung yang menghadiri pementasan nanti akan juga menyaksikan berbagai macam burung eksotis terbang bebas, menari dan meliuk, termasuk burung pemangsa, merpati dan burung enggang asal Kalimantan.

Kebanyakan satwa yang muncul di atas panggung merupakan jenis yang umum dibawa pedagang asing ke Bali sebagai hadiah perkenalan kepada para raja, sebagai tanda hormat demi terjalinnya hubungan yang baik sebelum perdagangan dimulai.

Di atas panggung pentas, kawanan kambing bergerak lincah bersaing dan berebut ruang untuk tampil dengan sekumpulan bebek, bersamaan dengan ulah jenaka banteng dan ayam yang juga memulai penampilannya. Selain itu, ular besar dan harimau pun muncul selama program berlangsung.

Ramai dielukan sebagai sebuah pentas yang tak boleh terlewatkan, "Bali Agung - Legenda dari dua Dewi Bali" akan digelar dan bisa disaksikan setiap hari di Bali Theatre, kecuali hari Senin.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Ratna Soebrata, Manajer Pemasaran Bali Theatre melalui Ph: +62 361 950 000; Mobile: +62 (0) 81 139 8626,
E-mail: info@balitheatre.com dan www.balitheatre.com (*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026