Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan apresiasi positif terhadap sejumlah desa dan kelurahan yang mencanangkan daerahnya masing-masing bebas dari sampah dan menjadikan lingkungan sekitarnya hijau dan lestari.
"Jika masing-masing banjar dan warga masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sasaran untuk mewujudkan Bali menjadi provinsi hijau dan bersih akan dapat terwujud," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, pemerintah menyambut baik, kepada desa, lurah, kelian banjar dan tokoh masyarakat yang mempunyai inisiatif untuk mengelola sampahnya secara swadaya menjadi pupuk organik.
"Kesadaran masyarakat itu akan mampu memberikan manfaat, selain mewujudkan kebersihan lingkungan, juga mampu memberikan dampak ekonomi, karena pupuk untuk proses produksi itu bisa dilakukan secara swadaya," ujar Ketut Teneng.
Pencanagan "Bali Green Province" mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai dari Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Direktur Regional UNEP di Bangkok.
Gubernur Pastika mengaku ketika mendampingi kepala negara di Istana Tampaksiring sempat bertemu dengan utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah lingkungan hidup.
Utusan PBB itu akan datang secara khusus untuk membantu merancang berbagai kegiatan dalam mewujudkan Bali yang bersih dan hijau.
Oleh sebab itu komitmen seluruh elemen masyarakat Bali untuk mewujudkan "Bali Green Province" sangat penting, disamping dukungan dari berbagai pihak di tingkat nasional maupun global.
Bali bersih dan hijau, menurut Gubernur Pastika akan sangat besar artinya bagi Indonesia dalam mengurangi gas emisi sebesar 20 persen pada tahun 2020.
Jika pengurangan gas emisi itu berhasil dilakukan, Indonesia akan mendapat bantuan dari organisasi internasional sebesar satu miliar dolar setiap tahunnya.
Untuk itu Bali sebagai daerah tujuan wisata yang cukup dikenal masyarakat internasional ingin memberikan kontribusi dalam menurunkan gas emisi, sekaligus menjadikan Bali yang bersih dan hijau, harap Gubernur Pastika.
Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali Anak Agung Gede Alit Satrawan merangkul pemerintah kabupaten/kota untuk mengajak warga masyarakat menghindari sedini mungkin penggunaan plastik sebagai pembungkus.
Masing-masing kabupaten/kota diharapkan membuat spanduk tentang imbauan tersebut untuk dipasang di tempat-tempat strategis. Alat pembungkus plastik bisa diganti dengan kertas atau daun pisang untuk pedagang pasar-pasar tradisional.
"Bali memasang target untuk bisa bebas dari sampah plastik pada tahun 2013. Kami gencar melakukan kampanye Bali bebas sampah plastik. Ini sudah menjadi komitmen bersama baik instansi pemerintah maupun pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan Bali yang bersih, sehat, hijau dan lestari," ujar Sastrawan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.