Gianyar (Antara Bali) - Setra (kuburan) Desa Pekraman, Sukawati, Gianyar mengalami longsor, yang mengakibatkan dua meter kuburan seluas 30 are itu tergerus air sungai.
"Hujan lebat yang turun secara terus menerus menyebabkan air sungai Rambut Siwi meluap, dan menggerus kuburan," kata Ir Made Sumberjaya, salah seorang kontraktor asal Desa Lembeng, Sukawati, Kabupaten Gianyar Jumat.
Ia menyebutkan, adapun tanah kuburan yang tergerus diantaranya tanah kuburan sebelah Barat, dan sebelah Selatan serta Timur. " Kikisan air sungai itu cukup meresahkan masyarakat, jika dibiarkan tanah kuburan akan terkikis habis, saat ini kuburan tampak compang-camping," ungkapnya.
Aliran sungai dari Utara menuju Selatan ini, kata Sumberjaya, semenjak hujan deras turun airnya sangat deras menuju Pantai Lembeng, dan tak terhindarkan, air besar itu menggerus kuburan di wilayah Lembeng.
"Air sungai sangat besar, air itu kiriman dari Utara, " ungkap Made Sumberjaya.
Terkait persoalan ini, kata Sumberjaya, pihaknya meminta kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk menyikapi masalah ini, sehingga masyarakat tidak kecewa.
Selain itu pemerintah Kabupaten, pemerintah Provinsi dan Pusat dapat ikut ambil bagian dalam menangani bencana alam tersebut, dengan harapan kondisi itu tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Hal itu sangat penting mengingat, saat ini, sambung Sumberjaya, di Desa Pekraman Lembeng, Ketewel, Sukawati sedang menggelar tradisi upacara ngaben massal.
"Warga kami begitu antusias melaksanakan upacara ngaben yang melibatkan 82 jenazah (sawa), namun sayang saat ini kuburan dikikis air sungai," ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum ( PU) Kabupaten Gianyar, I Nyoman Nuadi ketika dihubungi mengaku, belum mengetahui bencana yang terjadi di Desa Pekraman Lembeng, Ketewel, Sukawati. "Nanti kami akan cek, kami masih melakukan pengecekan di sejumlah titik bencana alam lainnya," jelasnya.
Intinya, katanya pihaknya akan mengecek seluruh bencana alam yang terjadi di Gianyar. Soal perbaikan, kalau bencananya parah, pihaknya akan mengajukan permohonan dana ke pusat. "Kalau ringan pasti kita bantu, tapi kalau parah kita warga diharap bersabar dulu," jelasnya. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.