Denpasar (Antara Bali) - Palang Merah Indonesia (PMI) menjamin ketersediaan darah di Provinsi Bali aman selama bulan puasa karena masih banyak masyarakat yang melakukan donor.

"Untuk saat ini persediaan darah tidak sampai kosong dan masih tetap tersedia," kata Plt Direktur Unit Donor Darah PMI Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes di Denpasar, Kamis.

Agar tidak sampai persediaan darah tersebut kosong, pihaknya terus melakukan upaya mengunjungi tempat ibadah, termasuk masjid. "Selain itu kami juga secara terus-menerus melakukan kegiatan donor darah di pelayanan publik dan instansi pendidikan," ujarnya.

Sagung Mas menyebutkan persedian darah rutin di UDD PMI Bali, golongan darah A sebanyak 20 kantong per hari, golongan B (100), golongan AB (10), dan golongan O (30).

"Jumlah persediaan darah tersebut setiap harinya tetap ada dan secara rutin dilakukan pemantauan," ujarnya.

Sebelumnya PMI Bali menggelar kegiatan donor darah pada, Senin (7/7) malam di masjid Alhasanah, Perumahan Canggu Permai, Kuta Utara, Kabupaten Badung, dengan jumlah pendonor sebanyak 60 orang.

Dari 60 donor di masjid itu, PMI memperoleh sebanyak 24 kantong untuk golongan darah O, golongan B (17), golongan A (13), dan golongan AB (6) dari 60 orang jamaah yang melakukan donor darah secara sukarela itu.

"Jumlah golongan darah tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh petugas laboratorium darah PMI," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada bulan Maret 2014, jumlah pendonor di masjid tersebut sebanyak 66 orang. Namun, saat ini mengalami penurunan karena tidak memenuhi kriteria untuk donor.

Syarat untuk dapat menjadi pendonor yakni harus dalam kondisi sehat jasmani, tekanan darah sistolik di atas 110 mmHg kemudian tekanan diastolik di atas 90 mmHg, kadar haemoglobin di atas 12,5 g/dL.

"Selain itu umur pendonor harus di atas 17 sampai 60 tahun, tidak mengonsumsi obat-obatan, tidak memiliki riwayat penyakit jantung, hepatitis, ginjal, wanita tidak sedang hamil, dan menyusui," ujarnya. (WDY)

Pewarta: Oleh I Made Surya
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026