Pengamat pariwisata Bali Dewa Nyoman Putra di Denpasar, Sabtu, melihat besarnya pasokan turis dari Tingokok itu didasari oleh pertumbuhan ekonomi di negeri itu yang mencapai 7,4 persen.
"Di samping itu banyaknya hari libur nasional di Tiongkok juga turut memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan," ujarnya.
Pertumbuhan kunjungan wisman asal Austalia dan Tiongkok yang memiliki pangsa terbesar mengalami peningkatan. Namun pertumbuhan paling tinggi ditunjukkan oleh wisman asal Tiongkok dan Singapura.
Hal tersebut menunjukkan hal yang positif dan dapat menjadi peluang besar bagi para pelaku usaha industri pariwisata maupun pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata Bali ke depannya, kata Putra yang berpengalaman dalam bidang usaha biro pperjalanan.
Masyarakat Tiongkok memang merupakan pangsa pasar potensial dunia pariwisata Indonesia khususnya Bali, karena salah satunya memiliki keterkaitan seni budaya sejak tempo dulu dan memiliki hari libur yang banyak," kata Dewa Putra.
Ia mengingatkan pemerintah dan pengusaha industri pariwisata hendaknya tetap gencar melakukan promosi supaya para calon wisatawan negeri itu lebih tertarik datang ke Bali dan usaha itu tentu diikuti oleh usaha tarnsportasi udara yang memadai. (WRA)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.