"Makna transformasi Ramayana bagi masyarakat Bali bertujuan untuk memahami tekstualitas dalam seni pertunjukan," katanya di Denpasar, Rabu.
Peraih gelar doktor Kajian Budaya Universitas Udayana (Unud) Denpasar itu menambahkan bahwa epos Ramayana menjadi teks kebudayaan yang berevolusi dan diwariskan dari satu generasi ke generasi.
Transformasi Epos Ramayana ke dalam Sendratari Ramayana Bali dipengaruh faktor-faktor internal maupun eksternal sehingga menghasilkan bentuk, fungsi, dan makna tekstual yang terbarukan.
Astita menjelaskan bahwa ajaran moralitas untuk menuntun manusia ke jalan yang benar, dan ajaran kepemimpinan yang mengatur kehidupan masnusia di dalam bermasyarakat.
Akulturasi epos Ramayana ke dalam kebudayaan Bali berlangsung secara damai penuh dengan interaksi-interaksi inovatif. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026