"Perolehan devisa tersebut meningkat 1,90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 19,33 juta dolar AS," kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, TPT hasil kreativitas pekerja rumah tangga maupun perusahaan skala kecil itu mampu memberikan kontribusi sebesar 24,63 persen dari total ekspor Bali mencapai 79,34 juta dolar AS dalam dua bulan pertama 2014.
Matadagangan TPT Bali yang menembus pasaran luar negeri tersebut antara lain berupa pakaian jadi (busana) yang sangat diminati konsumen mancanegara, baik pria maupun wanita.
Pasaran Tiongkok menyerap 19,58 persen ekspor matadagangan TPT asal Bali, menyusul Australia sebesar 14,73 persen dan Singapura menampung 6,56 persen.
Selain itu juga pasaran Jepang 2,94 persen, Inggris 13,20 persen, Hong Kong 0,05 persen, Italia 7,56 persen, Spanyol 2,96 persen, Belanda 1,94 persen, Prancis 7,58 persen dan 22,87 persen sisanya menembus berbagai negara di belahan dunia.
Ketut Teneng menjelaskan, matadagangan TPT Bali yang menembus pasaran luar negeri tersebut antara lain berupa pakaian jadi (busana) yang sangat diminati konsumen mancanegara, baik pria maupun wanita.
Aneka jenis pakaian itu dirancang dengan desain yang unik dan menarik, termasuk dipadukan dengan manik-manik sehingga sangat disenangi konsumen, tutur Ketut Teneng. (WDY)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.