Saya berharap warga masyarakat waspada terhadap virus tersebut, karena selama ini belum ada obatnya,"Denpasar (Antara Bali) - Anggota DPRD Provinsi Bali, Cokorda Gede Asmara Putra Sukawati mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran wabah HIV/AIDS.
"Saya berharap warga masyarakat waspada terhadap virus tersebut, karena selama ini belum ada obatnya," katanya di Denpasar, Rabu.
Menurut anggota Komisi IV DPRD Bali, virus ini penularan, salah satunya melalui transfusi darah atau kontak langsung dengan penderita HIV/AIDS.
"Kita harus waspada di Bali, terlebih daerah pariwisata. Semua masyarakat akan mencari pekpa balikerjaan ke Bali. Tidak menutup kemungkinan dengan ditutupnya lokalisasi prostitusi di Surabaya, Jawa Timur, pekerja seks akan pindah ke Pulau Dewata," ucap politikus Partai Demokrat.
Cok Asmara Putra mengingatkan masyarakat harus setia kepada pasangannya. Karena tertularnya penyakit itu, salah satu penyebabnya adalah berganti-ganti pasangan.
"Jika itu terjadi, seseorang itu patut dicurigai tertular virus HIV. Selain itu juga, pekerja seks komersil (PSK) sebagian besar sudah terinveksi HIV," katanya.
Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali, tercatat 8.141 orang dengan HIV/AIDS di Bali hingga Agustus 2013.
Dari jumlah itu tercatat 77,7 persen tertular melalui hubungan heteroseksual dan 4,4 persen melalui hubungan homoseksual. Sementara dari segi umur, tercatat 39,4 persen berumur 20-29 tahun dan 36,13 persen berumur 30-39 tahun. (WDY)
Pewarta: Oleh I Komang SupartaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.