Denpasar (Antara Bali) - Bali mengekspor alat musik tradisional Bali berupa gamelan maupun jenis lainnya senilai 338.776,81 dolar AS selama sepuluh bulan periode Januari-Oktober 2013, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya seharga 165.358,07 dolar AS.
"Dari segi nilai meningkat sampai 104,87 persen, sementara untuk volume merosot 95,93 persen dalam kurun waktu yang sama," kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, kondisi itu menunjukkan, dari segi harga menunjukkan adanya peningkatan, karena pengiriman matadagangan semakin berkurang, namun perolehan nilai justru meningkat.
Bali pada periode Januari-Oktober 2012 mengapalkan 1.009.165 unit alat musik ke pasaran luar negeri merosot menjadi hanya 41.064 unit pada kurun waktu yang sama 2013.
Ketut Teneng menambahkan, ekspor aneka jenis alat musik dari Bali ke pasaran luar negeri, berkat kesenian Bali semakin mendapat tempat di hati masyarakat internasional dan berkembang di sejumlah negara.
Perajin dan seniman Bali memproduksi alat musik dengan rancang bangun (disain) yang khas dan unik dikombinasikan dengan teknologi alat musik, sehingga mampu menarik perhatian konsumen luar negeri.
Wisatawan mancanegara saat menikmati liburan ke Pulau Dewata banyak yang membeli cindera mata, termasuk alat musik sebagai kenang-kenangan pulang ke negaranya.
Ekspor alat musik itu andilnya terhadap ekspor Bali masih relatif kecil, yakni 0,08 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 398,75 juta dolar AS. (ADT)