Denpasar (Antara Bali) - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menilai masih banyak pengusaha asing di Indonesia yang berperilaku perhitungan, eksklusif dan tidak mau membagi keuntungan.
"Para pengusaha asing yang bekerja di Indonesia tidak hanya menumpuk keuntungan saja, tapi harus dibagi bersama," kata Jero Wacik di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/6).
Pada peluncuran branding "Bali is My Life" itu, ia mengatakan kedatangan mereka ke Indonesia jelas-jelas untuk mencari untung. Jumlah mereka pun cukup banyak, seperti terlihat di Bali.
"Negeri ini kita yang punya. Kalau ada penghasilan lebih bagi bersama, sehingga semua bahagia dan sejatera," katanya.
Menurut Menbudpar, kedatangan mereka akan lebih sempurna jika tidak hanya mencari untung, tapi juga berbagi dan tumbuh bersama.
"Harus ada niat untuk tumbuh bersama. Misalnya perusahaannya meraup untung besar, berilah bonus yang besar juga kepada pekerjanya," kata dia.
Wacik mengingatkan bahwa kebersamaan akan meciptakan kebahagiaan bersama. Sebaliknya ketidakadilan akan menimbulkan permusuhan.
"Kalau tidak ada kebersamaan, sedih rasanya, biarpun dapat untung besar," kata Wacik.
Ia mendukung peluncuran branding "Bali is My Life" tersebut, karena dalam konten portal tersebut bertujuan mempromosikan kepariwisata Pulau Dewata.
"Siapapun yang mempunyai tujuan mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Bali saya dukung, sehingga kunjungan wisatawan mancanegera ke depannya diharapkan akan terus meningkat," ujarnya.
Sementara Ketua Bali Hotels Association Jean Charles Le Coz mengatakan, dalam situs internet tersebut akan memuat berbagai kegiatan kepariwisataan Bali.
"Di situs internet itu akan memuat berbagai aktivitas seni dan budaya Bali, termasuk juga mempromosikan fasilitas penunjang kepariwisataan, seperti objek wisata, seni dan budaya, hotel maupun restoran yang ada di Bali," katanya.
Dikatakan, semua karakter kehidupan nyata itu melambangkan bahwa Bali bukan hanya taman bermain, tapi sebuah pulau di mana penduduknya hidup penuh cinta.
"Bali memiliki keunikan tersendiri. Sehingga wisatawan sangat tertarik mengunjungi Pulau Dewata," kata Jean.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.