Singaraja (Antara bali) - Kabupaten Buleleng menduduki peringkat kedua kasus positif rabies di Provinsi Bali pada 2013 setelah Kabupaten Bangli.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Nyoman Swatantra, di Singaraja, Minggu, menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2013 di daerahnya terdapat tujuh kasus positif rabies dari 37 kasus di Pulau Dewata itu, sedangkan Kabupaten Bangli dengan sembilan kasus.

"Penyebaran ini meningkat pesat dikarenakan seringnya daerah permukiman sepi menjadi tempat untuk membuang anjing, khususnya anjing betina," katanya.

Menurut dia, bertambah banyaknya anjing betina liar di permukiman penduduk menjadi salah satu faktor penyebaran virus rabies karena semakin kurangnya pengawasan perpindahan anjing dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

"Hal itu diperparah dengan masih banyaknya anjing yang dipelihara dengan cara diliarkan di luar rumah," ujarnya. (M038)


Pewarta: Oleh I Made Tirthayasa
: M. Irfan Ilmie

COPYRIGHT © ANTARA 2026