"Kedua pembicara itu masing-masing kritikus sastra Prof Dr I Nyoman Darma Putra M.Litt yang juga guru besar Fakultas Sastra Universitas Udayana dan kritikus seni I Wayan Seri Yogaparta M.Sn," kata Putu Aryastawa, staf budaya Bentara Budaya Bali (BBB) di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, kegiatan diskusi tersebut digelar serangkaian pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2012 yang diselenggarakan pada 12 - 22 Desember 2013.
Diskusi yang melibatkan mahasiswa, pelajar, sastrawan, budayawan dan seniman itu akan memperbincangkan kehadiran buku cerpen Kompas 2012, sekaligus capaian ilustrasi cerpen Kompas selama ini.
Selain itu juga membicarakan problematik yang menyertai upaya alih kreasi dari seni kata/bahasa ke seni rupa.
"Melalui dialog itu kita berupaya mencermati lebih jauh apakah proses alih kreasi dan interteks tersebut akan memperkaya proses cipta para perupa, dan kemudian menginspirasi para cerpenis untuk melahirkan karya-karya selanjutnya yang lebih bernas, atau seperti apa," ujar Putu Aryastawa.
Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2012 menampilkan 48 karya hasil interpretasi visual terhadap teks cerpen. Sejak awal telah memberikan kebebasan kepada perupa untuk melakukan respon kreatif terhadap cerpen yang terpilih.
Putu Aryastawa menambahkan, kebebasan tafsir yang menyeluruh tersebut terbukti mampu menghasilkan karya-karya rupa yang mengejutkan, sekaligus memperluas kemungkinan penciptaan. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.