"Yang perlu diingat, perempuan Bali harus bisa menunjukkan diri bukan sebagai perempuan kelas dua," katanya saat menerima kunjungan Ika Kusuma di ruang kerjanya, Kamis.
Ia meminta Ika untuk menginspirasi perempuan Bali yang kuat, tegar, dan tergolong pekerja keras dengan menempa mental dan fisik sebelum bertarung di ajang yang diikuti 24 kontestan itu.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk mendukung Ika di level nasional dengan mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya," kata Bupati.
Ika adalah putri kedua pasangan Prof I Nyoman Weda Kusuma (56) dan Ida Ayu Purnama Wati (54) asal Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
Gadis berusia 20 tahun yang masih duduk di bangku kuliah jurusan Komunikasi Universitas Dwijendra, Denpasar, itu baru saja terpilih sebagai Putri Bali 2014.
Rencananya Ika akan mengikuti karantina selama 10 hari di Jakarta sebelum mengikuti malam grand final Putri Indonesia pada 29 Januari 2014.
Di ajang itu, Ika akan unjuk kebolehannya mempersembahkan tarian komtemporer yang merupakan perpaduan antara tari tenun dan tari legong.
"Saya juga akan mengenakan `endek` (kain tenun khas Bali) pada saat penjurian dan uji bakat," ujarnya. (WRA)
Pewarta: Oleh I Putu Puspa Artayasa: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.