Namun Humas Jasamarga Bali Tol, Drajat Hari Suseno mengaku sama sekali tidak mengetahui ikhwal rencana kegiatan tersebut digelar di tol sepanjang 12 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Benoa (Denpasar) dengan Nusa Dua (Kabupaten Badung).
"Saya tidak pernah mendapatkan informasi tol akan digunakan untuk lintasan lari. Bahkan saya tak pernah dihubungi atau dilibatkan. Bagaimana bisa memberikan keterangan untuk menggunakan jalan tersebut?" katanya saat dihubungi dari Denpasar.
Menurut dia, untuk penggunaan jalan tol bisa dilakukan dalam keadaan darurat atas izin kementerian terkait.
"Tol bisa ditutup sementara dalam keadaan darurat atas izin Kementerian Pekerjaan Umum berdasarkan UU Nomor 38 tahun 2004 dan PP Nomor 15 tahun 2009. Tidak bisa ditutup begitu saja," ujarnya.
Andreas Kansil selaku panitia "Bali International Highway Half Marathon" mengaku tidak mendapat surat izin penggunaan tol untuk lomba tersebut pada malam hari.
"Namun mendekati pelaksanaan, belum ada kepastian sehingga lomba ini urung kami gelar di tol," katanya.
Pihaknya sudah meminta izin kepada pengelola untuk menggunakan jalan bebas hambatan di perairan laut Selat Badung itu. "Karena tidak ada izin, maka lintasan maraton itu kami pindah ke Peninsula di dalam area BTDC (Perusahaan Pengembangan Wisata Bali) Nusa DUa," ujarnya.
Start dan finish lomba yang diikuti ribuan peserta, termasuk 13 atlet internasional itu di Peninsula. (WRA)
Pewarta: Oleh I Komang Suparta: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026