"Sebagai anggota ormas sebaiknya ikut menjaga keamanan dan kenyamanan Bali, bukannya melakukan aksi bentrokan antarormas lainnya," katanya di Denpasar, Jumat.
Hal itu dikatakannya terkait dengan adanya bentrokan antaromas beberapa waktu lalu sehingga mengakibatkan kondisi di sekitar bentrokan menjadi mencekam.
Ngurah Agung yang juga politikus Partai Golkar itu berpendapat, jika terjadi perselisihan pendapat atau perselisihan lainnya sebaiknya melakukan pertemuan secara baik-baik tanpa melakukan tindakan anarkis di jalanan.
Tindakan anarkis yang dilakukannya nantinya akan merusak citra dan nama baik ormasi di Pulau Dewata.
Selain itu, menurut dia, yang memiliki peranan paling utama dalam menghindari adanya bentrokan itu adalah TNI/Polri. "Aparat keamanan harus mempertemukan ormas-ormas di Bali untuk melakukan kesepakatan untuk menghindari adanya bentrokan," ujarnya.
Menurut dia, kesepakatan yang dilakukannya harus benar-benar mengikat sehingga tidak menimbulkan adanya perselisihan setelah adanya kesepakatan tersebut. (WRA)
Pewarta: Oleh Wira Suryantala: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.