"Kunjungan tamu hari ini yang banyak diwarnai kehadiran warga kita sendiri, kami perkirakan naik sampai sekitar 20 persen," kata Manajer Operasional Objek Wisata Tanah Lot I Made Sujana, Kamis sore.
Dihubungi dari Denpasar, disebutkan bahwa data kunjungan sampai tengah hari saja sudah melebihi 4.000 orang, sehingga hingga waktu favorit menyambut matahari terbenam, diperkirakan mencapai dua kali lipatnya atau sekitar 8.000 wisatawan.
Objek wisata pantai dengan daya tarik utama keberadaan pura tua di atas batu karang yang saat air laut pasang kondisinya menjadi terpisah dari daratan Bali itu, banyak diminati pengunjung terutama untuk melihat detik-detik matahari terbenam.
Hal itu mengingat pemandangan atau panorama pada saat menyongsong petang hari, diwarnai sorot sang surya di sepanjang atas perairan laut yang terlihat semakin "memerah" hingga menerpa pura tua yang dikeramatkan tersebut.
Menurut Made Sujana, kedatangan pengunjung berlangsung sejak pagi dan pada siang menuju sore terlihat bertambah banyak. Pengunjung warga setempat yang sebagian besar kalangan keluarga, bahkan banyak yang sekaligus menikmati makan bekal bawaan dari rumah dengan menggelar tikar di taman.
Sujana menjelaskan, tepat pada hari libur Galungan (12/5), jumlah pengunjung mencapai 6.500 orang. "Pada hari 'umanis' atau sehari setelah ritual Galungan yang biasa dimanfaatkan untuk rekreasi, bisa kami pastikan akan jauh lebih banyak," ucapnya.
Menurut dia, wisatawan yang datang sebagian biasanya terlebih dahulu mengunjungi obyek lain seperti kawasan wisata Bedugul dan Alas Kedaton. "Mereka biasanya mengakhiri plesiran ke Tanah Lot untuk melihat 'sunset'," tuturnya.
Diakui bahwa dari data yang sudah berhasil dihimpun, tamu yang datang sebagian kalangan wisatawan nusantara seperti rombongan pelajar dan mahasiswa yang menikmati masa liburan. "Tadi saya lihat juga ada rombongan mahasiswa dari Semarang (Jawa Tengah). Bus wisatawan sampai memenuhi areal parkir," ucapnya.
Menurut dia, salah satu kendala yang turut mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan adalah tidak menentunya cuaca. "Kami mengkhawatirkan cuaca yang tidak menentu. Seperti sekarang ini mestinya sudah memasuki kemarau, tapi justru sering hujan deras," kata Made Sujana.
Jika cuaca teduh, cerah dan tidak hujan, maka akan membuat panorama kawasan pantai Tanah Lot bisa terlihat lebih indah. "Hari ini meski hujan mudah-mudahan panorama saat memasuki petang bisa tetap indah. Kondisi ombak di pantai juga tidak membahayakan keselamatan pengunjung," katanya.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.