Denpasar (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali terus memantau ketersediaan stok bahan pokok di pasar selama Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Pemantauan harus terus dilakukan hingga beberapa hari setelah Hari Raya Kuningan guna memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap aman serta mencegah terjadinya kepanikan di masyarakat,” kata diai dalam keterangan di Denpasar, Kamis.

Periode hari raya itui dimulai dari Hari Penampahan Galungan yang jatuh pada Selasa (16/6) dan diakhiri Umanis Kuningan pada Minggu (28/6).

Ia mendapat laporan TPID Bali di mana pengawasan sudah dilakukan sejak sepekan menjelang Hari Raya Galungan, namun menurutnya hal ini harus terus dilakukan seiring dengan semakin dekatnya hari raya.

Masyarakat Bali juga diketahui sudah mulai membeli berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pokok, daging, bumbu dapur, elpiji, hingga sarana upacara seperti bahan banten dan penjor.

“Kita wajib menginformasikan secara luas bahwa ketersediaan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman, dengan demikian masyarakat tidak melakukan panic buying yang berpotensi menimbulkan penimbunan dan kelangkaan barang di lapangan,” ujarnya.

Selain menjamin ketersediaan stok, Pemprov Bali ingin memastikan distribusi kebutuhan masyarakat juga berjalan lancar, tepat sasaran, dan mudah diakses pada periode-periode libur panjang tersebut.

Untuk itu, koordinasi dan kolaborasi antar-tim di seluruh kabupaten/kota se-Bali perlu terus diperkuat, sedangkan apabila suatu daerah mengalami keterbatasan stok komoditas tertentu, maka kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan daerah lain yang memiliki surplus produksi atau cadangan stok yang memadai.

“Sebagai contoh, Kabupaten Buleleng memiliki ketersediaan cabai mencapai 76,48 ton dengan kebutuhan sekitar 5,34 ton, bawang merah 145,93 ton dengan kebutuhan 5,93 ton, serta bawang putih 191,42 ton dengan kebutuhan 9,52 ton, kelebihan stok ini dapat dikolaborasikan dengan kabupaten lain yang mengalami kekurangan sehingga distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani menyampaikan data menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai acuan bahwa hingga Mei 2026 tingkat inflasi Bali tercatat sebesar 2,99 persen.

Menurutnya, perbedaan kondisi ketersediaan dan kebutuhan komoditas di masing-masing daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat inflasi.

Untuk itu penting menjaga ketersediaan stok bahan pangan melalui pengawasan dan pemantauan langsung di lapangan, khususnya terhadap komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, gula pasir, daging, serta LPG 3 kilogram.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026