"Kami mohon perhatiannya. Banyak perusahaan yang memiliki tanggung jawab seperti perhotelan dan vila belum hadir (dalam rapat)," kata Sudikerta seusai memimpin rapat sinergitas pengusaha dan BUMN untuk Pembangunan Ekonomi Bali di Denpasar, Kamis.
Menurut dia, masih banyak hotel berbintang di Pulau Dewata yang sedikit perhatian dalam program bedah rumah.
Ia mengharapkan perusahaan memberikan kontribusinya dalam bidang sosial secara simultan.
"Kalau sudah ada bedah rumah, kami imbau kontribusi ke lingkungan. Kalau sudah di lingkungan, kami harapkan juga ke program bedah rumah sehingga ada improvisasi," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen menyatakan bahwa sejumlah hotel berbintang sudah menyalurkan bantuan sosialnya dalam bentuk "Corporate Sosial Responsibility" (CSR).
Namun dia mengakui bahwa baru sedikit hotel yang berkontribusi untuk pembangunan bedah rumah, karena sebagian besar CSR disalurkan ke bidang lingkungan serta bantuan sosial kepada anak-anak yatim piatu serta bantuan sosial lainnya.
"Kami akan sampaikan kepada pihak perhotelan untuk ikut berkontribusi dalam bedah rumah. Tetapi kami harus koordinasi terlebih dahulu," ucapnya. (LHS)
Pewarta: Oleh Dewa Wiguna: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.