"Mereka tidak terlalu memiliki kualitas dan cenderung terlalu dipaksakan oleh partai politik (Parpol) yang mengusungkan, semata-mata hanya menekankan kuota sebesar 30 persen," kata Dr Nyoman Subanda, M.Si yang juga pengamat masalah politik di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, parpol seharusnya tidak begitu saja dalam penentuan kader wanita untuk maju dalam pemilu legislatif, namun perlu proses kaderisasi yang baik untuk mendapatan calon wakil rakyat yang bermutu.
"Saya pernah ditunjuk sebagai tim kelayakan dan kepaturan dari sejumlah parpol, sering saya temui para caleg wanitanya hanya tamatan SMA," ujar Nyoman Subanda.
Oleh sebab itu Parpol seharusnya membentuk lembaga pengkaderan yang baik sehingga proses kaderisasi tidak terputus. Pendidikan politik sangat dibutuhkan para perempuan sehingga proses kaderisasi berjalan dengan lancar. (*/ADT)
Uploader : I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.