"Kita sangat kaya dengan air sehingga kita sangat berkepentingan untuk mengembangkan 'marine tourism' disamping juga 'inland tourism'," kata Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf I Gde Pitana di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, saat ini juga banyak berkembang isu terkait air dimana salah satunya di beberapa daerah di Indonesia setiap tahunnya mengalami krisis air bersih.
Padahal, menurut dia, wilayah Indonesia dikenal memiliki sekitar enam persen persediaan air dunia atau sekitar 21 persen dari persediaan air di Asia Pasifik. "Namun kenyataannya krisis air bersih di beberapa wilayah seolah menjadi agenda tahunan sementara polusi air juga merupakan isu yang serius," katanya.
Hal itulah yang mendasari Indonesia untuk memiliki kepentingan mengembangkan pariwisata berbasis air. Apalagi masalah air dinilai semakin serius justru di saat industri pariwisata mengalami perkembangan yang pesat.
"Yang lebih parah pengembangan pariwisata bahkan dituduh sebagai salah satu penyebab kelangkaan air. Konsumsi air yang besar pada industri ini menjadikan orang begitu mudah membuat kesimpulan," katanya. (LHS)
Pewarta: Oleh Hanni Sofia: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026