"Hampir seluruh badan korban melepuh, kecuali bagian wajahnya saja," kata Ida Bagus Wira Adnyana, saksi mata yang rumahnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.
Menurut dia, kedua korban dibawa mobil ambulans menuju RSUP Sanglah. "Memang ada orang yang tinggal di tempat itu," katanya.
Pada saat kejadian Adnyana dan keluarganya sedang menonton siaran langsung pertandingan sepak bola AFF U-19 antara Indonesia melawan Timor Leste di rumahnya. "Tiba-tiba terdengar suara ledakan beberapa kali. Setelah itu, timbul kobaran api. Warga sini keluar semua takut, kalau-kalau api merembet," katanya menuturkan.
Beberapa warga sekitar, jelas dia, memilih berkumpul di Balai Dusun Adat Tegeh Sari yang bersebarangan dengan gudang elpiji itu. "Kami tidak berani memadamkan karena bisa saja tabung-tabung elpiji itu meledak lagi," katanya.
"Api masih sulit dipadamkan karena gudang itu tempat penyimpanan elpiji," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Denpasar Made Prapta. (M038)
Pewarta: Oleh M. Irfan Ilmie: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.