Denpasar (Antara Bali) - I Gede Ngurah Wididana memimpin DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Bali untuk periode 2010-2015.

Ngurah Wididana yang akrab dipangil Pak Oles itu terpilih kembali secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) I DPD Hanura Bali di Denpasar, Minggu (25/4).

Sementara sekretaris dijabat oleh Komang Juni Arsakra dan bendahara Adhita Nataliana serta dilengkapi wakil ketua, wakil sekretaris dan wakil bendahara.

Pak Oles dalam pidato politiknya berharap, ke depan semua pemangku kepentingan partai harus bekerja lebih keras, lebih solid dan lebih merakyat agar Partai Hanura dapat diterima masyarakat.

"Yang terpenting harus dilakukan adalah membangun infrastruktur partai sebagai pilar utama. Artinya, struktur organisasi partai harus segera dibentuk mulai dari tingkap DPD, DPC, PAC hingga anak ranting dan banjar-banjar (dusun, red)," katanya.

Ia menyatakan, secara internal, konsolidasi harus dilakukan terus-menerus. Sedangkan secara eksternal pendekatan kepada masyarakat perlu ditingkatkan, termasuk menyosialisasikan berbagai program yang diterima rakyat.

Pantauan di arena musda itu, terpilihnya Pak Oles sudah diprediksi sebelumnya, karena hampir semua kader dan simpatisan Hanura berkehendak untuk kembali memilih politisi asal Desa Bengkel Kabupaten Buleleng itu.

"Memang ada beberapa kader yang ingin maju dalam musda kali ini. Namun mayoritas peserta musda menginginkan Pak Oles," kata Wakil Ketua DPD Hanura Bali periode 2007-2010, I Made Puniarta.

Ia mengatakan, Pak Oles layak dipilih kembali mengingat kepemimpinannya diterima semua kalangan. Apalagi sebagai Ketua DPD pertama, pengusaha asal Buleleng ini mampu membuktikan diri sebagai kader terbaik dengan duduk di DPRD Provinsi Bali.

"Dia adalah satu-satunya kader Hanura yang mampu menembus kursi legislator tingkat provinsi," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Panitia Musda, I Nyoman Suastika, bahwa Pak Oles layak dipilih kembali karena kualitas dan prestasinya. Itu dibuktikan dengan kepemimpinan selama kurang lebih 2,5 tahun, di mana Hanura di Bali bisa "berbicara" banyak dalam pentas perpolitikan dan pembangunan. 

"Pola kepemimpinan yang dibangun Pak Oles meski dalam situasi sulit menjelang pemilu 2009, terbukti mampu menghasilkan 15 kader yang duduk di kursi DPRD se-Bali.

"Padahal, sebagai partai baru, konsolidasi organisasi belum sepenuhnya dilakukan. Dan Hanura harus berhadapan dengan partai-partai besar yang sudah mengakar di Pulau Dewata," katanya.

Ketua Umum DPP Partai Hanura H. Wiranto pada pembukaan musda itu mengingatkan, kader partai yang dipimpinnya harus solid dan merakyat, sehingga mampu menarik simpati warga masyarakat untuk bergabung di partai tersebut.

"Saya berharap kader partai harus solid dan memiliki jiwa pemberani untuk memperjuangan rakyat dengan hati nurani yang tulus ikhlas," katanya.

Ia mengatakan, Bangsa Indonesia kini mengalami kemerosotan moral yang harus dicarikan solusinya.

"Kalau diamati pemberitaan di media massa, pemimpin bangsa mengalami degradasi moral, maka dari itu Partai Hanura harus berjuang dan bersatu untuk dapat mengatasi keadaan tersebut," ucap Wiranto.

Oleh karena itu, ujarnya, sebagai partai yang mengedepankan hati nurani, maka tantangan itu harus bisa diwujudkan dan menjadikan bangsa ini bebas dari korupsi.

"Partai Hanura yang masuk dalam 'electoral treshold' pada Pemilu 2009, ke depan harus berjuang lebih semangat dan membesarkan partai serta mampu mengimplementasikan apa yang menjadi aspirasi rakyat," kata Wiranto.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026