Denpasar (Antara Bali) - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar meninjau kompleks perumahan dinas Kantor Imigrasi Denpasar di kawasan Uluwatu, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu.
Kunjungan kerja Menkumham di Bali serangkaian mengikuti rapat koordinasi para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II bersama gubernur se Indonesia yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, 19-21 April 2010.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali Kolir Haryanto kepada ANTARA menjelaskan, Menteri Patrialis Akbar begitu tiba di Bandara Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung, langsung meluncur ke perumahan dinas karyawan Imigrasi Denpasar itu.
Dari kawasan Uluwatu, Menteri Patrialis Akbar yang didampingi pejabat di lingkungan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali, juga melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangli, 45 km timur Denpasar.
Kunjungan ke Bangli guna melihat dari dekat kondisi lembaga pemasyarakatan (Lapas) setempat. Hal itu terkait dengan rencana pengembangan pembangunan Lapas Bangli.
Kolir Haryanto menjelaskan, Menteri Patrialis Akbar seusai melakukan kunjungan kerja selanjutnya menuju Istana Tampaksiring untuk mengikuti rangkaian rapat koordinasi yang berlangsung mulai Senin (19/4) pagi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang di antaranya disertai Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dijadwalkan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Minggu pagi untuk selanjutnya menuju Istana Tampaksiring.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika, menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Putu Suardhika, turut mendampingi presiden selama tiga hari berada di Pulau Dewata.
Sementara gubernur seluruh Indonesia yang masing-masing disertai ketua DPRD, kepala Bappeda dan kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD), berdatangan di Bali sejak Jumat (16/4) malam.
Rakor menteri dan gubernur se-Indonesia yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dijadwalkan disertai Wapres Boediono itu seluruhnya berlangsung di Istana Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Istana Tampaksiring diambil dari nama sebuah desa terletak dua kilometer di sebelah selatan istana itu atau 65 kilometer arah timur laut Denpasar. Sebelumnya merupakan pesanggrahan milik Raja Gianyar, yang kemudian dipugar oleh pemerintah RI mulai 1 Juni 1957 dan rampung 1960.
Dalam hamparan cukup luas itu terdapat bangunan antara lain pendopo, sekaligus ruang pameran, dibangun tahun 1960, Wisma Yudistira (1961), Wisma Negara dan Wisma Bima (1963), serta Jembatan Persahabatan.
Bagunan Wisma Merdeka, terletak di sebelah selatan Wisma Negara yang dihubungkan Jembatan Persabatan, yang merupakan benda "legendaris" bagi sejumlah negarawan di dunia.
Jembatan selebar 120 sentimeter terbuat dari besi membentang sepanjang 40 meter di atas tebing sedalam 15 meter itu, melambangkan hubungan persahatan Indonesia dengan negara-negara di dunia.
Istana Tampaksiring dirancang arsitektur RM Sudarsono, dibangun di atas lahan dengan kontur alam berbukit-bukit kecil dan berkemiringan cukup tajam, antara lain pernah dikunjungi Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand bersama permaisurinya Ratu Sarikit pada tahun 1957.
Selain itu juga Presiden Myamar Ne Win, Presiden Yugoslavia Tito, Presiden Vietnam Ho Chi Minh, Perdana Menteri (PM) India Nehru, PM Uni Soviet Khruschev, Ratu Juliana dari Belanda dan Kaisar Hirohito dari Jepang.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026