"Kami sudah perintahkan nahkoda untuk terus berkomunikasi, dan segera melapor ke pelabuhan jika di tengah perjalanan muncul cuaca buruk di laut," kata Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Gilimanuk, Wahyudi Susianto, Selasa.
Selain itu ia mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG, yang secara rutin melakukan prediksi cuaca di Selat Bali, sebagai salah satu acuan memberikan izin pelayaran.
Menurut Susianto, sepanjang arus mudik lebaran, ombak dan angin di Selat Bali sempat beberapa kali menguat, namun tidak sampai membahayakan pelayaran kapal.
"Ombak dan angin di tengah memang agak besar, tapi masih bisa dilalui kapal, dan tidak sampai memaksa kami untuk menutup sementara penyeberangan," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Wahyudi mengatakan, secara teknis, persiapan pelayanan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk sudah tersusun, namun semua itu bisa menjadi berantakan jika cuaca buruk muncul.
"Kalau cuaca terlalu buruk dan membahayakan pelayaran, kami terpaksa menutup sementara pelabuhan," katanya.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.