"Seharusnya padi ini baru dipanen sekitar dua minggu lagi. Tapi karena roboh dan terendam air, lebih baik segera dipanen daripada seluruhnya rusak," kata Ketut Bawa, petani di Desa Penyaringan, Jumat.
Dalam kondisi tanaman padi seperti itu berpengaruh terhadap harga jual gabah.
"Kalau kami tunggu sampai masa panen normal, padi ini sudah rusak duluan. Daripada sama sekali tidak laku lebih baik segera dipanen meskipun hanya bisa balik modal saja," ujarmua.
Menurut Bawa, kondisi padi seperti harga jualnya pun hanya Rp250 ribu untuk tiap are.
"Kalau panennya normal, harganya bisa Rp300 ribu perare. Tapi karena padi saya seperti ini, saya terima saja harga Rp250 ribu tiap are," katanya. (M038)
Pewarta: Oleh Gembong IsmadiEditor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.