Chicago (Antara Bali) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), dengan pasar meraih kembali sebagian dari kerugian 3,0 persen yang dideritanya pada akhir pekan lalu.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 22,2 dolar AS, atau 1,83 persen, menjadi menetap di 1.234,9 dolar AS per ounce.

Harga emas berbalik naik karena aksi "short-covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual) dari kerugian kuat pada Jumat (5/7), menurut analis pasar, sementara logam juga diuntungkan dari beberapa permintaan "safe haven" menyusul kerusuhan di Mesir.

Para investor pada Jumat terpotong 39,2 dolar AS, atau 3,13 persen, dari harga emas mereka, di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS akan mulai mengurangi program pembelian obligasinya pada akhir tahun ini, yang telah menjadi sumber dukungan bagi harga emas.

Analis Barclays mengatakan dalam sebuah catatan Senin bahwa permintaan fisik untuk emas lebih lemah dan harga lebih cenderung untuk bertahan daripada menurun, mengingat ukuran produk-produk yang diperdagangkan di bursa.

Barclays memperkirakan harga emas akan berada di sekitar 1.200 dolar AS per ounce pada akhir kuartal ketiga dan 1.393 dolar AS pada akhir tahun. (Antara/XinhuaADT)



: I Nyoman Aditya T I

COPYRIGHT © ANTARA 2026