"Proyek percontohan tersebut dengan harapan nantinya bisa ditiru masyarakat sekitarnya, dengan mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat (APBN)," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali I Gusti Putu Nuriartha di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, proyek percontoh itu tercakup dalam pembinaan dan pengembangan sistem usaha perikanan, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani bidang perikanan.
Hal itu menekankan pada pemanfaatan optimalisasi potensi dan pemberdayaan masyarakat yang mengarah pada kemandirian.
Gusti Nuriartha menjelaskan, Bali memiliki potensi besar dalam bidang perikanan, hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Potensi perikanan tersebut selain budidaya laut, juga pengembangan budidaya tambak dan ikan air tawar.
Potensi pengembangan budidaya perikanan laut mencapai 1.551,7 hektare baru dimanfaatkan 418,5 hektare atau 26,9 persen.
Demikian pula potensi budidaya ikan di kolam mencapai 1.700,4 hektare baru digarap 33,1 persen atau seluas 564,5 hektare. Lahan pertanian sawah yang cocok untuk pengembangan perikanan mencapai 25.424 hektare, baru dimanfaatkan 271 hektare atau 1,07 persen.
"Semua potensi bidang perikanan dan kelautan tersebut akan dikembangkan secara bertahap untuk kesejahteraan petani ikan dan memenuhi kebutuhan konsumsi setempat," ujarnya.
Pemerintah pusat maupun Pemprov Bali dalam tahun 2010 mengalokasikan dana sebesar Rp12,6 miliar untuk mendukung berbagai program dalam bidang perikanan dan kelautan di daerah ini.
Bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali kembali dalam tahun 2010 menyediakan bantuan modal kerja dalam bentuk kredit berbunga ringan sebesar Rp2 miliar.
Kucuran dana tersebut sama besarnya dengan tahun 2009 maupun 2008, yang khusus diberikan kepada kelompok tani ikan air tawar maupun kelompok nelayan yang melakukan aktivitas di laut, papar Gusti Nuriartha.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.