"Saya ambil sejumlah bendera maupun spanduk itu untuk kenang-kenangan dan sebagai bukti bahwa saya pernah ke Bali," kata Yanto, seorang simpatisan PDIP asal Jawa Timur di Sanur, Kota Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, dirinya segera mencabut bendera itu karena kalau sampai menunggu berakhirnya kongres pada Jumat (9/4) kemungkinan tidak akan kebagian. Ia yakin hampir sebagian besar simpatisan berharap mendapatkan bendera, spanduk maupun umbul-umbul yang bertuliskan "Kongres III PDIP di Bali" itu.
"Kegiatan kan tinggal dua hari lagi, makanya saya duluan aja ambil yang terpasang di jalan ini," ucapnya sembari melipat bendera dan spanduk yang dicopot tersebut.
Meskipun banyak yang mencopot untuk dijadikan cenderamata, namun di sekitar arena kongres masih banyak bendera, baliho dan spanduk yang tetap berdiri kokoh.
Seksi Humas dan Publikasi Kongres III PDIP Bernard Keytimu mengatakan, atribut partai maupun spanduk kegiatan di sekitar arena kongres akan diturunkan atau dilepas setelah acara penutupan kegiatan.
"Atribut kegiatan itu terus dijaga oleh satgas, kalau ada yang lepas atau karangan bunga rebah ditata kembali, sehingga tidak terkesan kumuh," katanya.
Apalagi ketahuan mencopot atau melepas spanduk dengan sengaja oleh para simpatisan, kata dia, tentu akan dilarang.
"Kami mohon kepada simpatisan dan penggembira untuk tidak mencopot bendera maupun spanduk sebelum acara kongres berakhir," ucap pria asal Nusa Tenggara Timur ini.
Kongres tersebut dihadiri sekitar 1.700 peserta dari seluruh daerah di Indonesia dan sedikitnya 3.000 orang simpatisan ikutserta menyaksikan jalannya musyawarah tertinggi partai berlambang banteng moncong putih.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.