Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat memberikan data riil sesuai fakta ke petugas Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).

"Saya meminta mari ikuti Sensus Ekonomi 2026 ini agar berjalan dengan baik, lancar dan sukses dengan memberikan data sesuai fakta, agar data yang diperoleh dari semua masyarakat Bali betul-betul akurat, bisa menjadi gambaran nyata untuk perencanaan pembangunan Indonesia dan Bali khususnya," kata Wayan Koster.

Koster di Denpasar, Selasa, menjadi responden pertama yang disensus BPS Bali, di mana ia menjadi contoh kewajiban masyarakat memberikan data dengan fakta yang baik, jujur dan benar.

Menurut orang nomor satu di Pemprov Bali itu, Sensus Ekonomi 2026 sebenarnya bisa dijadikan momentum untuk menguji capaian Ekonomi Kerthi Bali dengan enam sektor unggulan, yaitu sektor pertanian; sektor kelautan dan perikanan; sektor industri; sektor IKM, UMKM, dan koperasi; sektor ekonomi kreatif dan digital; dan sektor pariwisata berbasis budaya.

Untuk itu Gubernur Koster berharap dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi ini, BPS Bali bisa mengembangkan instrumen sensus dengan melihat karakteristik Pulau Dewata, yang mana ekonomi Bali 65 persen lebih didominasi oleh sektor pariwisata.

“Kalau ini bisa dikembangkan maka kita bisa melihat langsung before dan after dari Ekonomi Kerthi Bali," ucapnya.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menambahkan, dengan ini kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bali dimulai diawali dengan sensus kepada Gubernur Bali.

Sensus ini sendiri selenggarakan setiap 10 tahun sekali bertujuan memotret peta dan struktur ekonomi Indonesia untuk data perencanaan serta kebijakan pembangunan pemerintah.

Dalam pelaksanaannya di Bali, BPS memiliki 3.200 petugas yang tersebar di kabupaten/kota di Bali.

Petugas sensus bersumber dari tenaga desa hingga mahasiswa, dengan petugas yang paling banyak berada di wilayah Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, serta Kota Denpasar.

Nantinya, pendataan yang dilakukan lengkap mencakup seluruh usaha yang ada di Indonesia.

Melalui pelaksanaan sensus ini, pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan memperoleh informasi yang komprehensif mengenai struktur, karakteristik, dan perkembangan dunia usaha, mulai dari usaha mikro dan kecil hingga usaha menengah dan besar.

Data yang dihasilkan dari akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi, pengembangan investasi, pemberdayaan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta evaluasi berbagai program pembangunan yang telah dijalankan.

“Selain menyasar segmen rumah tangga, Sensus Ekonomi 2026 juga akan mendata pelaku usaha di Bali yang jumlah usahanya mencapai 640 ribu lebih, kemudian hasil sensus akan diolah secara nasional dan tahun depan siap dirilis hasilnya," kata Agus Gede.

Untuk itu keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga partisipasi aktif pelaku usaha dan seluruh masyarakat.

“Pelaksanaan pendataan pertama ini menjadi momentum penting yang menandai dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Bali, dukungan Pak Gubernur memberikan semangat sekaligus teladan bagi seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam memberikan data yang akurat dan lengkap,” ujar Agus Gede.

 

 



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026