Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,16 triliun pada 2026 guna mempercepat pengentasan kemiskinan melalui intervensi empat sektor prioritas.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengatakan alokasi dana tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan, papan, dan sandang; pendidikan dan kesehatan; adat, agama, dan budaya; serta jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Langkah ini ditujukan untuk mempertahankan tren penurunan kemiskinan daerah yang pada 2025 tercatat turun menjadi 1,9 persen dari 2,23 persen pada 2024.
"Untuk mempertahankan tren penurunan dan mengoptimalkan penanganan kemiskinan secara komprehensif, Pemkab Badung mengalokasikan Rp1,16 triliun pada 2026 yang difokuskan pada empat bidang utama," kata Bagus Alit dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Pusat Pemerintahan Badung, Rabu (30/9).
Bagus Alit menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama pemerintah desa dan kelurahan segera menuntaskan pemutakhiran data perlindungan sosial serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) paling lambat Desember 2026. Data valid tersebut menjadi pijakan sensus mandiri bersama Badan Pusat Statistik (BPS) agar bantuan sosial tepat sasaran.
Penanganan kemiskinan, lanjut dia, juga menyasar penguatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan instansi vertikal hingga pemanfaatan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan swasta. Sinergi ini diperluas hingga tingkat rukun warga (banjar) demi mempercepat pemerataan kesejahteraan warga.
Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Badung I Made Wira Dharmajaya memaparkan pertumbuhan ekonomi Badung hingga Juni 2026 mencapai 5,9 persen. Angka pertumbuhan tersebut menjadi modal makro ekonomi untuk menekan angka kemiskinan hingga rentang 1,05 persen sampai 1,75 persen pada 2030.
"Berdasarkan capaian indikator makro ekonomi sebagai tolok ukur pembangunan, kami memiliki modal kuat untuk membangun optimisme menekan angka kemiskinan menjadi lebih rendah lagi," ujar Wira.
Pewarta: Antaranews BaliEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.