Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa program dana abadi kebudayaan Dana Indonesiaraya telah menjangkau lebih dari 3.000 penerima manfaat.
"Jadi penerima manfaat dari sisi kuantitas sebelumnya hanya 300-an, tahun 2025 akhirnya mencapai 2.100 an. Secara keseluruhan hingga kini program telah menjangkau tiga ribuan penerima manfaat dengan total dana yang telah disalurkan mencapai Rp594 miliar," ujar Fadli dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa.
Adapun pada tahun ini, pemanfaatan dana dihadirkan melalui 11 kategori yakni dukungan interaksi budaya, dukungan institusional bagi organisasi kebudayaan, pendayagunaan ruang publik, dokumentasi karya/pengetahuan maestro atau obyek pemajuan kebudayaan (OPK) rawan punah, dan penciptaan karya kreatif inovatif.
Kemudian dana pendamping karya untuk distribusi internasional, kajian objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya, sinema Indonesia, program kewirausahaan budaya, restorasi dan pemeliharaan artefak budaya, serta warisan budaya berkelanjutan.
Sementara dari sisi penerima terdapat tiga kategori yakni individu, komunitas, dan Lembaga kebudayaan.
Menbud menambahkan bahwa pihaknya memberikan perhatian bagi peserta yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Ia juga menyoroti program yang berkaitan dengan pelestarian warisan budaya, penguatan kedaulatan pangan, pangan lokal, serta perlindungan kearifan lokal.
"Fokus utama diarahkan pada pendokumentasian budaya, revitalisasi situs budaya, serta integrasi nilai-nilai tradisional ke dalam sistem pendudukan dan kekuatan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah perbatasan," katanya.
Fadli berharap, sebaran peserta program Dana Indonesiaraya 2026 dapat lebih luas menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya belum memanfaatkan program ini.
Pewarta: Sinta AmbarwatiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026