Gianyar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar menggandeng Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menata jaringan utilitas yang menggantung di udara menjadi kabel bawah tanah untuk mendukung estetika kawasan wisata Ubud.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Gianyar, Senin, mengambil inisiatif penataan itu dan memerintahkan Sekretaris Daerah Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama untuk memimpin pengerjaannya bersama perangkat daerah terkait.
Penataan itu diharapkan mampu mengurangi kesemrawutan visual, meningkatkan keselamatan publik, serta memperkuat citra kawasan Ubud sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Sementara itu, Ketua Apjatel Bali Dodi Simanjutak menjelaskan relokasi jaringan utilitas bertujuan merapikan kabel fiber optik yang semrawut sekaligus mengurangi jumlah tiang di sepanjang ruas jalan.
Kabel udara akan dipindahkan menjadi jaringan bawah tanah, dengan penataan tiang yang lebih efisien, yakni satu tiang di setiap titik.
Ia menjelaskan program itu dibiayai sepenuhnya secara swadaya oleh masing-masing penyedia jasa.
Sebagai tahap awal, relokasi percontohan dilakukan di tiga ruas jalan di Kecamatan Ubud yaitu Jalan Suweta, Jalan Sri Wedari, dan Jalan Tirta Tawar.
“Penurunan kabel juga diharapkan tidak lagi mengganggu aktivitas adat dan keagamaan seperti pelebon atau ngaben, pemasangan penjor, serta pawai ogoh-ogoh, sekaligus memperindah tampilan kawasan,” imbuh Dodi Simanjutak.
Dari sisi layanan, relokasi dipastikan tidak mengganggu jaringan telekomunikasi karena telah melalui proses survei, validasi data, dan perencanaan teknis bersama antara mitra asosiasi dan para penyedia jasa.
Pihaknya mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat selama proses relokasi itu karena berpotensi terjadi gangguan sementara selama proses pekerjaan, khususnya terhadap arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan.
Di sisi lain Lurah Ubud I Made Gian Nanda Suwitra berharap penataan itu mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dan pengguna jaringan, sekaligus meminimalkan kecelakaan kerja serta menekan biaya perawatan tiang oleh penyedia jasa.
Gian juga menilai program itu layak menjadi percontohan di wilayah lain. “Semoga ini bisa menjadi model untuk mengurangi bentangan kabel, sehingga lingkungan lebih tertata dan estetis,” ujarnya.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026